Pembakaran Sampah di RTH Ikonik Kabupaten Gowa Cemari Fasad, Petugas Mengaku Terpaksa karena Minim Fasilitas  

GOWA – Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Gowa kini tercoreng akibat praktik pembakaran sampah dan rumput yang dilakukan petugas kebersihan langsung di lokasi. Asap sisa pembakaran tak hanya mencemari udara, namun juga membuat ubin tehel di sekitar lokasi menjadi hitam dan berkerak, merusak pemandangan serta keindahan kawasan yang seharusnya menjadi wajah daerah.

 

Kedapatan melakukan aktivitas tersebut, salah satu petugas kebersihan mengaku tindakan itu bukan keinginan sendiri, melainkan keterpaksaan akibat keterbatasan sarana pendukung kerja.

 

“Kami terpaksa membakar sampah dan rumput di sini. Tidak bisa dicabut atau dibersihkan dengan baik karena fasilitas kebersihan di RTH ini sangat kurang. Hanya ada sapu dan mesin pemotong rumput saja,” ungkap petugas tersebut saat ditemui di lokasi, Jumat (24/7/2026).

 

Ia menambahkan, kekurangan alat tak berhenti di situ. Untuk memotong ranting dan batang kayu yang tumbuh liar, timnya tak memiliki parang maupun cangkul.

 

“Ini juga perintah dari atasan kami, katanya bakar saja di sini. Daripada menumpuk dan tidak bisa dibawa pergi, lebih baik dibakar,” tambahnya.

 

Praktik ini pun memicu pertanyaan mendasar dari sejumlah awak media yang memantau lokasi. Mengapa fasilitas penunjang kebersihan di kawasan strategis dan ikonik ini masih sangat minim? Mengapa sampah dan limbah pemeliharaan tidak langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan harus dibakar di lokasi yang berisiko merusak fasilitas umum dan mengganggu kenyamanan?

 

Fenomena ini juga memunculkan dugaan lemahnya koordinasi antara pengelola RTH dengan DLH Kabupaten Gowa. Padahal, keduanya memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ruang publik ini. Masyarakat pun mempertanyakan, apakah kerja sama lintas pihak selama ini belum berjalan optimal sehingga jalan pintas berbahaya seperti pembakaran sampah tetap terjadi?

 

Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola RTH maupun DLH Kabupaten Gowa belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan ini. Masyarakat berharap instansi terkait segera meninjau kebutuhan alat kerja, memperbaiki alur pengangkutan sampah, serta mempererat sinergi agar RTH sebagai ikon Kabupaten Gowa tetap bersih, asri, dan menjadi kebanggaan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *